Indonesia welcomes India's removal of viscose fiber quality control rule
( December 8, 2025, 07:37 GMT | Official Statement) -- MLex Summary: Indonesia’s Ministry of Trade said Friday it welcomes the Indian government’s Nov. 18 revocation of the quality control order for viscose staple fiber, or VSF, products, which took effect immediately and applies to both domestic and imported goods. Trade Minister Budi Santoso said the move “opens opportunities” for Indonesia to reinforce its position as a major VSF supplier to India and improve the competitiveness of the country’s textile industry. The ministry said the quality control order had significantly hampered Indonesian VSF exports in recent years, with shipments to India falling to $14.03 million in 2024 from $110.72 million in 2022. The minister said the revocation followed two years of trade talks and intensive engagement with Indian authorities.Statement follows (in Indonesian).Pemerintah India pada 18 November 2025 resmi mencabut Quality Control Order (QCO) untuk produk Viscose Staple Fiber (VSF). Keputusan yang berlaku segera (effective immediately) ini menghapus kewajiban sertifikasi dari Biro Standar India (BIS) dan pemenuhan standar IS 17266:2019, baik bagi barang domestik maupun barang impor yang beredar di pasar India. Bagi Indonesia, pencabutan QCO diprediksi menyumbang surplus perdagangan dengan India. Hal ini karena India merupakan pasar utama ekspor produk VSF Indonesia.Menteri Perdagangan Budi Santoso menyambut baik pencabutan aturan ini. Pencabutan QCO membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemasok utama VSF di India dan meningkatkan daya saing industri tekstil lokal Indonesia. Mendag Busan mengajak para pelaku usaha Indonesia untuk memanfaatkan momentum terbukanya akses pasar VSF di India.“Pencabutan QCO VSF merupakan momentum penting bagi pelaku usaha Indonesia. Kami mendorong para produsen agar memanfaatkan peluang ini secara optimal dan segera mengakselerasi pemulihan ekspor VSF ke India,” kata Mendag Busan.Akibat diberlakukannya QCO, terjadi hambatan signifikan bagi ekspor VSF Indonesia ke India. Pada 2024 nilai ekspor VSF hanya sebesar USD 14,03 juta, turun drastis dibandingkan tahun 2022 yang mencapai USD 110,72 juta.Mendag Busan menyampaikan, keputusan Pemerintah India mencabut QCO merupakan hasil dari upaya pengamanan perdagangan dari Pemerintah Indonesia selama dua tahun terakhir. Menurutnya, upaya tersebut dilakukan melalui komunikasi intensif dengan otoritas India, pembahasan teknis terkait prosedur sertifikasi BIS, dan penyampaian specific trade concerns dalam Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Selama upaya itu dilaksanakan, Kementerian Perdagangan RI mendampingi para pelaku usaha Indonesia untuk memenuhi persyaratan teknis Pemerintah India.Menurut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana, Kemendag terus berkomitmen mengupayakan pengamanan perdagangan dan pendampingan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekspor Indonesia. Komitmen itu kini diperkuat dengan menjaga keberlanjutan akses pasar pascapencabutan QCO.“Keputusan India telah memberikan kepastian baru bagi eksportir VSF asal Indonesia. Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran perdagangan VSF Indonesia,” ujar Tommy....
Prepare for tomorrow’s regulatory change, today
MLex identifies risk to business wherever it emerges, with specialist reporters across the globe providing exclusive news and deep-dive analysis on the proposals, probes, enforcement actions and rulings that matter to your organization and clients, now and in the longer term.
Know what others in the room don’t, with features including:
Daily newsletters for Antitrust, M&A, Trade, Data Privacy & Security, Technology, AI and more
Custom alerts on specific filters including geographies, industries, topics and companies to suit your practice needs
Predictive analysis from expert journalists across North America, the UK and Europe, Latin America and Asia-Pacific
Curated case files bringing together news, analysis and source documents in a single timeline